.
A. Virus yang menguntugkan
Namun demikian, tidak berarti bahwa
virus hanya memiliki peran yang merugikan. Dengan kemajuan bioteknologi dan
rekayasa genetika, ilmuan telah dapat memanfaatkan virus untuk tujuan yang
menguntungkan manusia. Misalnya, untuk penghasil vaksin. Virus juga dapat
dimanipulasi agar membawa gen untuk suatu sifat yang menguntungkan (misalnya
gen yang menghasilkan antitoksin) (ibit, 2006206).
1. 1. Mempercantik warna dan corak bunga tulip
Jenis-jenis
tulip yang sudah dikenal sejak zaman dulu mempunyai motif garis-garis,
"coretan kuas," atau "jilatan api" atau mempunyai warna
lain pada bagian-bagian tertentu daun bunga, sedangkan jenis-jenis yang lebih
baru mempunyai pola aneka warna pada daun bunga. Sentuhan warna lain pada warna
dasar bunga tulip disebabkan perubahan pegmen di bagian atas dan bagian bawah
bunga.
Infeksi virus
mosaik yang dibawa serangga sejenis kutu menyebabkan terjadinya jenis tulip
langka dengan motif indah seperti coretan kuas yang diburu orang Belanda
sewaktu demam bunga Tulip mania. Virus mosaik menyebabkan tanaman tulip
menderita dan mati perlahan-lahan, walaupun bunga yang dihasilkan menjadi
sangat indah. Sekarang ini, virus mosaik dapat dikatakan sudah hampir musnah
dari ladang-ladang bunga tulip
2. 2. Membuat Antitoksin
Salah
satu fase daur hidup virus adalah fase penggabungan. Pada fase ini, DNA virus
menyambungkan diri ke DNA bakteri, sehingga di dalam DNA bakteri terkandung
profag (DNA virus). Dengan kata lain, di dalam bakteri terkandung materi
genetic virus. Ketika profag aktif dan DNA bakteri hancur ada yang terbawa DNA
virus. Misalnya di dalam DNA virus terkandung DNA bakteri pertama. Apa bila
virus ini menginfeksi bakteri kedua, dan kemudian mengikuti daur lisogenik,
maka di dalam DNA bakteri kedua ini terkandung DNA virus dan DNA bakteri
pertama.
DNA
adalah materi genetic yang dapat menentukan sifat makluk hidup. Jika DNA
berubah, maka sifat makluk hidup pun berubah. Berdasarkan prinsip ini jika di
dalam bakteri kedua terdapat DNA virus dan DNA bakteri pertama maka sebagian
sifat bakteri pertama dapat dimiliki oleh bakteri kedua. Jadi, bakteri kedua
memiliki sebagian sifat bakteri pertama.
Melihat
kasusu lisogenik ini, para ilmuan berpikir, nbagaimana kalau di dalam DNA virus
sebelumnya digabungkan DNA (gen) lain yang menguntungkan, sehingga sifat
menguntungkan ini dimiliki oleh bakteri yang terinfeksi. Sebagai contoh, ke
dalam DNA virus disambungkan DNA (gen) manusia yang mengontrol sintesis
antitoksin(pelawan penyakit). Selanjutnya oleh virus lisogenik gen tadi
disambungkan ke sel bakteri. Kemudian sel bakteri kini membuat gen manusia, yakni
gen penghasil antitoksin dengan kata lain, balteri yang semula tidak dapat
menghasilkan antitoksin manusia, sekarang mampu memproduksi antitoksin manusia.
Apabila
bakteri terus-menerus membelah diri, berarti setiap sel bakteri baru mengandung
DNA manusia dan mampu memproduksi antitoksin. Antitoksin yang diproduksi dapat
dipisahkan dan digunakan untuk pelawan penyakit pada manusia.
3. 3. Melemahkan Bakteri
Contoh
lain tentang virus yang menguntungkan adalah virus yang menyerang bakteri
patogen. Jika DNA virus lisogenik masuk ke dalam DNA bakteri pathogen, maka
bakteri tersebut menjadi tidak berbahaya. Misalnya bakteri penyebab penyakit
difteri dan bakteri penyebab demam scarlet yang berbahaya akan berubah sifat
menjadi tidak berbahaya jika di dalam DNA-nya tersambung oleh profag.
4. 4. Memproduksi Vaksin
Selain
itu, beberapa virus digunakan untuk memproduksi vaksin. Vaksi adalah pathogen
yang telah dilemahkan, sehingga jika menyerang manusia, tidak berbahaya lagi.
Karena diberi vaksin, tubuh manusia akan memproduksi antibody. Kelak jika
pathogen yang sesungguhnya menyerang, tubuh telah kebal karena berhasil
memproduksi anti bodi bagi pathogen terse
5. 5. Menyerang
Patogen
Patogen adalah agen biologis yang
menyebabkan penyakit
pada inangnya. Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme
parasit.
Umumnya istilah ini diberikan untuk agen yang mengacaukan fisiologi
normal hewan atau tumbuhan multiselular.
Namun, patogen dapat pula menginfeksi organisme uniselular
dari semua kerajaan biologi
6.
Memproduksi interferon
Virus yang digunakan untuk memproduksi interferon.
Interferon merupakan protein kecil yang dihasilakn oleh sel normal sebagai
respon terhadap infeksi virus. Interferon berfungsi untuk mencegah replikasi
virus di dalam sel hospes.
7.
Profage digunakan untuk bidang kedokteran.
Profage dapat digunakan untuk mengubah fenotip bakteri
sehingga bermanfaat dalam bidang kedokteran. Caranya, asam nukleat virus
digabungkan dengan gen manusia yang bersifat menguntungkan. Kemudian secara lisogenik
gen tadi digabungkan dengan sama nukleat bakteri. Apabila bakteri membelah
diri, berarti setiap anakan bakteri mengandung gen manusia yang dapat
memproduksi zat-zat yang menguntungkan.
B. Virus yang merugikan
Secara umum, virus merugikan karena
jenis-jenis virus yang berbeda menginfeksi dan menyebabkan berbagai penyakit
pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Virus dikenal sebagai penyebab wabah
penyakit yang sekarang sering kita dengar seperti Savere Acute Respiratory
Syndrome (SARS) dan Aqcuired Immuno Deviciency Syndrome (AIDS).
Penyakit lain pada manusia yang diakibatkan oleh virus adalah mata belek,
influenza, polio, cacar, campak, hepatitis, rabies, herpes, gondong, kanker,
ebola, flu burung, dan masih banyak lagi. Pada tumbuhan, umumnya virus
ditularkan melalui serangga yang membawanya satu tumbuhan ke tumbuhan lainnya.
Contoh virus yang sangat merugikan tumbuhan adalah penyakit mosaic yang
menghasilkan bercak-bercak kuning pada tembakau, kentang, tomat, dan lain-lain.
Pada hewan, virus adalah penyebab rabies pada anjing dan monyet serta penyakit
kuku dan mulut pada ternak sapi (Koes Irianto, 2006:204).
1)
Penyakit Tumbuhan yang
Disebabkan oleh Virus
a) Mosaik, penyakit yang menyebabakan
bercak kuning pada tembakau, kacang, kedelai, tomat, kentang, dan beberapa
jenis labu. Penyakit ini disebabkan oleh Tobacco
Mosaic Virus (TMV).
b) Penyakit kuning pada cabai dan tomat
yang disebabkan oleh Begomovirus (Bean golden mosaic
virus).
c) Daun menggulung, terjadi pada
tembakau, kapas, dan lobak yang diserang Turnip
yellow mosaic virus (TYMV).
Tanaman yang terinfeksi virus
biasanya tidak dapat diobati dan harus dibakar untuk mencegah penyebaran
penyakit (Pratiwi, dkk, 2007: 25)
2)
Penyakit pada Manusia
yang Disebabkan oleh Virus
a) Influenza
Penyebab influenza adalah virus
golongan orthomyxovirus yang bebbentuk seperti bola. Virus influenza ditularkan
lewat udara dan masuk ke tubuh manusia melalui alat pernapasan. Berdasarkan
komposisi proteinnya, virus influenza dibagi menjadi 3 tipe, yaitu tipe A, tipe
B, dan tipe C. tipe A dan C dapat menginfeksi mausia dan hewan, sedangkan tipe
B hanya menginfeksi manusia. Diantara ketiga tipe tersebut tipe A merupakan
virus influenza yang paling berbahaya. Virus ini merupakan penyebab wabah
influenza pada tahun 1918, 1957, dan 1968 yang menimbulkan korban jiwa.
Gejala influenza adalah demam, sakit
tenggorokan, hidung bersin, dan kehilangan nafsu makan. Orang yang terkena
influenza biasanya akan sembuh dalam 3 sampai 7 hari. Penyakit influenza dapat
dicegah dengan menjaga daya tahan tubuh dan menghindari kontak langsung dengan
penderita influenza. Usaha pencegahan lainnya adalah dengan memberikan vaksin
influenza. Vaksin influenza merupakan virus yang dilemahkan atau dalam keadaan
tidak aktif. Jika orang yang sehat diberikan vaksin ini, maka tubuhnya akan
membentuk kekebalan terhadap penyakit influenza.
b) Flu burung
Flu
burung pertama kali dideteksi pertama kai di Hongkong pada tahun 1977,
kemungkinan kembali merebak di akhir tahun 2003. Hingga akhir 2004, flu burung
telah menyebar ke 10 negara Asia. Indonesi masuk diantaranya dan memiliki
jumalh kasus terbanyak presentasi kematian yang masih tinggi.
Flu burung atau Avian Influenza
adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti
unggas dan ammalia. Penyebab penyakit ini termasuk influenza tipe A, Strain
H5N1. Sifat virus ini adalah :
1)
Dapat bertahan hidup di air hingga 4 hari pada suhu 220C dan lebih
30 hari pada 00C.
2)
Virus dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh atau tinja unggas, tetapi mati
pada pemanasan 600C selama 30 menit.
Unggas
yang sakit menularkan virus melalui ludah, lender, darah, dan tinja. Penyebaran
flu burung terjadi pada polpulasi unggas di satu peternakan dan dapat meluas ke
peternakan di sekitarnya. Penyebaran kepada manusia dapat terjadi melalui
kontak langsung dengan unggas yang sakit atau dengan unggas yang sakit dengan
permukaan yang terkontaminasi tinja atau secret unggas tersebut.
Gejala
yang dialami oleh manusia yang terinfeksi umumnya dalah demam, sakit
tenggorokan, batuk, dan nyeri otot. Pada beberapa kasus terjadi pula gangguan
pernapasan dan pneumonia. Hal ini tergantung pada sistem kekebalan tubuh
penderita. Gejala lebih lanjut dari flu burung adalah kerusakan jaringna tubuh
yang menyebabkan kematian.
Tindakan yang harus dilakukan untuk
mencegah flu burung adalah:
1)
Daging ayam yang dikonsumsi harus dimasak minimal pada suhu 800C
selama 1 menit, sedangkan telur unggas perlu dipanaskan minimal pada suhu 640C
selama 5 menit.
2)
Menjaga kebersihan lingkungan
3)
Menjaga kebersihan diri, misalnya mencuci tangan dengan sabun dan air bersih
setelah kegiatan.
Orang-orang
di sekitar peternakan unggas paling beresiko terkena flu burung. Usaha
pencegahan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
1)
Menggunakan pelindung (masker dan kacamata khusus) ketika melakukan pekerjaan
yang berdekatan dengan unggas.
2)
Mencuci alat-alat yang dipergunakan dengan desinfektan.
3)
Bahan dari saluran pencernaan unggas harus dikubur dan dibakar.
4)
Tidask mengeluarkan kandang dan sisa-sisa unggas dari lokasi peternakan.
c) Campak
Campak
disebabkan oleh virus paramyxovirus. Gejala campak adalah demam tinggi,
batuk, dan rasa nyeri di seluruh tubuh.masa inkubasinya sekitar 10 hingga 12
hari. Di awal masa inkubasi virus berlipat ganda di saluran pernapasan atas
yang menyebabkan gejala batuk kering dan radang tenggorokan. Di akhir masa
inkubasi, virus menuju darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh, terutama
kulit, sehingga terlihat bercak-bercak merah di kulit.
d) Cacar Air dan Herpes Zoster
Cacar air dan herpes zoster
disebabkan oleh virus yang sama, yaitu varicella zoster virus (VCV).
Virus ini dapat langsung menyebabkan penyakit atau dapat menetap selama
beberapa tahun, baru kemudian menimbulkan penyakit.
Masa inkubasi cacar airsekitar dua
minggu. Gejala penyakit cacar air adalah demam, sesak napas, pegal linu, dan
timbul gelembung-gelembung berair kulit yang terasa gatal.
Herpes zoster merupakan penyakit
lanjutan dari cacar air. Penderitanya adalah orangyang sebelumnya terkena cacar
air. VCV yang menetap di ujung sraf selam bertahun-tahun dapat aktif kembali
ketika daya tahan tubuh menurun dan menyebabkan herpes zoster. Herpeps zoster
ditandai dengan timbulnya gelembung seperti cacar air.
Penyakit cacar air dan herpes zoster
dapat menular melalui udara jika udara mengandung partikel virus yang berasal
dari penderita yang batuk atau bersin. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan
pemberian vaksin VCV untuk mendorong kekebalan tubuh.
e) Hepatitis
Hepatitis (pembegkakan hati)
disebabkan oleh virus hepatitis. Beberapa virus hepatitis yang diekenali adalah
virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Gejala umumnya adalah demam, mual, dan
muantah, serta perubahan warna kulit dan selaput lender terlihat kuning.
Virus hepatitis A biasanya
menimbulkan hepatitis akut (timbul secara mendadak dan cepat memburuk). Virus
hepatitis B dapat menimbulkan hepatitis akut maupun kronis (berlangsung secara
mendadak dan cepat memburuk). Virus hepatitis B dan hepatitis C mempunyai
resiko penderita kanker hati. Virus hepatits D hanya menginfeksi tubuh sudah
terkena hepatitis B. virus hepatitis E biasanya menimbulkan peny6akit seeprti
hepatitis A, tetapi mas ainkubasinya lebih lambat. Meskipun demikian, hepatitis
E sangat berbahaya terutama jika menginfeksi ibi hamil.
Penyakit hepatits dapat menular
melalui mnuman yang terkontaminasi, transfuse darah, dan penggunaan jarum
suntik yang steril.
f) Polio
Polio
(poliomyelitis) disebabkan oleh virus polio. Serangan virus polio menyebabkan
lumpuh jika virus menginfeksi selaput otak (meninges) dan sumsum tulang
belakang.
Virus
ini menyerang anak-anak berusia 1-5 tahun. Virus polio dapat hidup di air
selama berbulan-bulan, sehingga dapat menginfeksi melalui air yang diminum.
Dalam keadaan beku, virus ini dapat bertahan sangta lama. Penyakit ini mudah
berjangkit di lingkungan dengan sanitasi yang buruk, melalui peralatan makan,
bahkan melalui ludah.
g) Papilonia
Disebabkan oleh salah satu virus yang diduga dapat
menimbulkan tumor di kulit, alat kelamin, tenggorokan, dan saluran utama
pernapasan. Infeksi terjadi melalui kontak langsung dan hubungan seksual dengan
penderita.
h) Gondong
Penyakit
gondong disebabkan oleh golongan paramyxovirus. Virus ini hanya memiliki
RNA. Paramyxovirus dapat tumbuh di jaringan otak, selaput otak,
pancreas, testis, galndula parotid, dan kadang di hati.
Penaykit
gondong ditandai dengan pembengkakan hati di belakang kelenjar parotid yang
berdekatan dengan telinga karena peradangan akibat infeksi. Penularannya
terjadi melalui kontak langsung dengan penderita, melalui ludah, urin, dan
muntahan. Gejala lainnya adalaha suhu badan 39,50C, demam, sakit
kepala, nyeri anggota gerak, dan nyeri otot.
i)
AIDS
AIDS
(acquired immunodeficiency syndrome) adalah penularan sistem kekebalan
tubuh yang disebabkan oleh HIV (human immunodeficiency virus).
HIV
adalah virus golongan retrovirus yang mempunyai 2 molekul RNA. Virus tersebut
diduga kuat dari virus kera Afrika yang telah mengalami mutasi. Penularan AIDS
berbeda dengan penularan penyakit akibat virus lainnya. Hal ini disebabkan
karena HIV langsung mati jika terdedah di udara terbuka. HIV tidak menular
melalui udara, kontak biasa, ataupun melalui gigtan serangga. HIV menular
melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan penggunaan jarum suntik yang
tidak steril. HIV juga dapata ditularkan dari ibu yang terinfeksi HIV kepada
bayinya.
Masa
inkubasi HIV dapat berlangsung dalam hitungan bulan bahkan tahun. Tubuh yang
terinfeksi HIV tidak langsung menunjukkan gejala sakit yang parah. Akan tetapi,
HIV yang diam di dalam tubuh akan bereproduksi dan menyerang sistem kekebalan
tubuh. Tubuh penderita akan semakin rentan terhadap penyakit, akibat kekebalan
tubuh yang melemah. Penyakit yang umumnya diderita adalah pneumonia, diare,
kanker, penurunan bert badan, dan gagal jantung.
Pada
penderita, HIV banyak terkonsentrasi di dalam cairan tubuh, seperti darah,
seperti darah, cairan mani, cairan vagina, dan air susu. Sekali virus
menginfeksi penderita, virus akan tetap ada sepanjang hidup penderita.
j) Ebola
Virus
ebola ditemukan pada tahun 1976 di Sudan dan Zaire. Habitatnya di alam belum
diketahui. Demikian pula prosesnya menjai epidemic. Virus ebola dapat hidup di
atmosfer selama beberapa menit, kemudian aka mati oleh sinar ultraviolet. Virus
ebola merusak jaringan dan sel tubuh dan menyebabkan kematian dalam jangka
kurang dari dua minggu.
Gejala awal yang ditimbulkan adalah demam, menggigil,
sakit kepala, nyeri otot, dan nafsu makan hilang. Gejala ini uncul setelah 3 hari
terinfeksi. Setelah itu, virus ebola mulai bereplikasi. Virus ebola menyerang
darah. Sel darah yang mati akan menyumbat kapiler darah dan menyebabkan kulit
memar, mlepuh, bahkan larut seperti kertas basah. Pada hari ke-6, darah keluar
dari mata, hidung, dan telinga. Selain itu penderita memuntahkan cairan hitam
yang merupakan jaringan dalam tubuh yang hancur. Pada hari ke-9, biasanya
penderita meninggal dunia.
Ebola
ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita ebola,
misalnya darah, feses, urin, ludah, dan keringat.
k) Herpes Simpleks
Penyakit
ini disebabkan oleh virus anggota famili Herpesviridae, yang menyerang kulit
dan selaput lender. Virus herpes simpleks dapat menyerang bayi, anak-anak, dan
orang dewasa.
Penyakit
ini biasanya mengenai mata, bibir, mulut, kulit, alat kelamin, dan
kadang-kadang otak. Infeksi pertama biasanya bersifat setempat dan cenderung
hilang timbul. Virus masuk ke dalam tubh melalui luka kecil. Pada bayi, virus
sering virus sering ditularkan pada saat dilahirkan. Selain itu virus juga
ditularkan melalui hubungan seksual.
Gejala
utama penyakit ini adalah timbulnya gelembung-gelembugn kecil, kecuali pad
amata dan otak. Gelembung tersebut snagat mudah pecah. Infeksi pada alat
kelamin diduga merupakan salah satu faktor penyebab tumor ganas di daerah
genetalia tersebut.
l) Rabies
Penyakit
ini disebabkan oleh virus rabies. Rabies sebenarnya merupakan penyakit yang
menyerang hewan, misalnya anjing, kucing, dan kelelawar penghisap darah. Hewan
yang terkena rabies menunjukkan perilaku agresif atau kelumpuhan.
Virus
ditularkan kepada manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Setelah masa
inkubasi yang sangat bervariasi, dari 13 hari sampai 2 tahun (rata-rata 20-60
hari), timbul gejala kesemutan di sekitar luka gigitan, perasaan gelisah, dan
otot tegang. Ganguanfungsi otak, seperti hilangnya kesadaran, terjadi kira-kira
satu miggu kemudian. Rabies sering kali menyebabkan kematian.
Sebagai
panduan menghadapi penaykti rabies, dapat dipakai teori dari Vaughan sebagai
berikut :
1)
Jika hewan yang menggigit tidak menunjukkan gejala rabies dalam waktu 5-7 hari
setelah menggigit, dapat dianggap bahw agigitan tidak mengandung virus rabies.
2)
Tidak semua hewan berpenyakit rabies mengeluarkan virus rabies dalam ludahnya.
3)
Gigitan kucing lebih berbahaya dari pada gigitan anjing, karena kemungkinan
adanya virus pada ludah kucing yang terinfeksi rabies lebih besar (90%) dari
pada ludah anjing (45%).
4)
Pencegahan penyakit pada hewan dapat dilakukan dengan vaksinasi.
m) SARS
SARS (severe acute respiratory syndrome) pertama
kali muncul di Cina pada akhir tahun 2002. Di sepanjang tahun 2003 kasus SARS merebak diseluruh dunia
dan menyebabkan sedikitnya 813 orang meninggal dunia. SARS disebabkan oleh coronavirus
yang mengakibatkan penderita mengalami gejala seperti penderita pneumonia
sehingga SARS disebut juga CVP (coronavirus pneumonia).
Coronavirus diketahui merupakan golongan virus
yang menyebabkan penyakit tidak berbahaya, seperti flu dan diare. Virus
penyebab SARS diduga merupakan hasil muatsi dari virus yang terdapat pada
mamalia seperti musang dan rakun.
Gejala
awal orang yang terserang SARS adalah demam tinggi lebih dari 380C
yang disertai menggigil, sakit kepala, lesu, dan nyeri tubuh. Setelah itu, 3-7
hari kemudian penderita mengalami batuk kering dan gangguan pernapasan.
Penularan
SARS terjadi melalui kontak langsung dengan penderita melaui kontak percikan
cairan, misalnya batuk dan bersin. Tindakan untuk mencegah tertular penyakit
ini misalnya sering mencuci tanganmenggunakan sabun dan alcohol 70%. Sebaiknya
tidak menyentuh mulut, mata, dan hidung dengan tangan kotor. Apabila sedang
batuk atau pilek, sebaiknya menggunakan masker untuk mencegah penyebab virus
(Pratiwi, dkk, 2007: 26-30).
3. Penyakit pada Hewan yang Disebabkan oleh Virus
Jenis
virus yang menyebabkan penyakit pada hewan, antara lain:
a) Polyoma,
penyebab penyakit tumor pada hewan.
b)
Adenovirus, penyebab tumor pada hewan tertentu.
c)
Rhabdovirus, penyebab rabies.
d)
Retrovirus, misalnya HIV.
e)
Avian Influenza A (H5N1), penyebab penyakit flu burung yang menyerang unggas
dan mamlia (Pratiwi, dkk, 2007: 30).
f)
Flu babi
Flu
babi (Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang
disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae
yang endemik pada
populasi babi. Galur virus
flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A.
Babi
dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan
virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.
Flu
babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang
yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan
dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan
pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada
kematian. Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar